3G:Dimulainya Era “Theater” Genggam
October 1st, 2006 by cuplikSeptember 2006. Diluncurkan di Jakarta, inilah kelahiran era baru dalam
layanan telekomunikasi seluler di
Indonesia . Tiga operator seluler terbesar di
Indonesia yaitu Telkomsel, XL dan Indosat telah memperoleh sertifikasi Uji Layak Operasi (ULO) terhadap layanan ini. Bahkan, Telkomsel dan XL telah melakukan komersialisasi. Generasi ketiga (3G) merupakan era layanan baru bagi pengguna jasa telekomunikasi seluler yang mampu mengkomunikasikan suara, teks, gambar dan video yang didukung dengan teknologi berkemampuan mengirim data hingga mencapai 2 Mbps (Megabyte per second). Layanan ini sebagai bentuk evolusi teknologi GSM (
Layanan 3G ini mampu mewujudkan impian para pemegang ponsel yang menginginkan kecepatan akses data dan keleluasaan melakukan akses ke internet. Layanan ini sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi yang tidak mempunyai waktu untuk duduk-duduk di kantor sambil mengotakatik internet atau mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu di jalan.
Dengan hadirnya layanan 3G ini mampu mempersempit jarak, ruang dan waktu bagi para aktor yang terlibat di dalamnya karena saat ini mereka mampu berkomunikasi secara tatap muka melalui video call atau video conference. Aplikasi3G ini juga memungkinkan interaksi massal diantara aktor yang terlibat melalui fiturgame multi pemain.
Ibarat
Sebuah “ Theater ”
Theater berasal dari bahasa Yunani “Theathron” yang berarti tempat untuk melihat sesuatu. Theater memiliki berbagai definisi. Theater dapat diartikan sebagai aktivitas yang terjadi di antara “aktor-aktor” yang terlibat. Dalam berkomunikasi, aktor-aktor tersebut disebut komunikator (pihak yang mengirim pesan) dan komunikan (pihak yang menerima pesan). Dalam perkembangannya, kebutuhan saling berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat selain karena semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi juga tidak terlepas dari kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang menyebabkan adanya saling ketergantungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Penggunaan telepon seluler (ponsel) menjadi solusi dalam menjembatani komunikasi di antara para “aktor” tersebut. Oleh karena itu, saat ini, ponsel telah memberikan kontribusi yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Ponsel tidak hanya berperan sebagai media komunikasi melainkan juga media informasi.
Ibarat ponsel sebagai Theater dimana pentas ditampilkan, para pelanggan 3G dapat menikmati film atau video musik dimanapun berada hanya dengan menggenggam ponsel yang dibawanya.Para operator seluler pemegang lisensi layanan ini tentunya berlomba-lomba memberikan tampilan yang menarik pelanggannya baik secara audio maupun visual. Oleh karena itu, para operator tersebut telah melakukan bekerja sama dengan stasiun TV maupun label musik.Pelanggan 3G pun mampu mengakses mobile TV dan mobile Video dimnapun berada.
Theater as Experience Stager Bagi para “aktor” yang terlibat, theater sebagai sebuah pentas yang mampu menberikan pengalaman .Dalam artikelnya yang berjudul “Welcome To The Experience Economy”, Pine dan Gilmore menyatakan bahwa saat ini, apabila bisnis ingin berhasil maka perusahaan atau penyedia jasa harus mampu menawarkan pengalaman terhadap pelanggannya karena barang atau jasa sudah menjadi komoditi. Begitu pula yang coba ditawarkan oleh dua operator yang telah melakukan komersialisasi yaitu Telkomsel dan Xl. Layanan 3G ini dianggap mampu memberikan pengalaman baru bagi pelanggannya. XL menawarkan dunia penuhpeluang tanpa batas dengan tagline XL3G Experience Life. Experience it! Letsgo!,sedangkan Telkomsel menjanjikan dream come true bagi pelanggannya. Tiappelanggan 3G dijanjikan akan memperoleh pengalaman dalam hal bisnis, edukasi maupun entertainment. Pengalaman yang dirasakan tiap pelanggan juga sangat dipengaruhi oleh content yang ditawarkan masing-masing provider. Meski
kenyataannya, hingga akhir tahun ini, peluang ataupun impian ini masih dirasakan terbatas di kota-kota besar. Namun tidak ada salahnya, apabila pengguna ponsel di Tanah Air mengucapkan selamat datang 3G, era theater genggam!